Selamat datang di situs informasi E-Commerce , Buku, Fotografi & Filateli   

 

 

Beranda Produk Cara Belanja Info Bisnis Tentang kami

 

Links :

www.posindonesia.co.id

www.galeripos.com

Tarif Pos Indonesia:

 

 

GALERI PRODUK FASHION

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

E-COMMERCE

Definisi :

"Proses membeli dan menjual; atau tukar menukar produk, jasa atau informasi melalui komputer" (Turban, dkk)

"Penggunaan Internet atau Web untuk transaksi bisnis; atau transaksi perdagangan yang dimungkinkan secara digital antar organisasi atau dengan individual serta antar individual dengan individual" (Laudon)

 

 

 

 

Artikel:

Kelangsungan Bisnis

Malcom Baldrige

6 Langkah Mudah Riset Pasar Maya

Langkah "Nekat" Agus Tjandra Membesut Lojai.com

Logistics Industry hasn't Caught Up With fast Development of E-Commerce

Tokobagus Meningkatkan Trafik Web

Investasi Dinar dan Dirham

Tips Belanja Irit dengan Kartu Kredit

Tips Membuat Rencana Pemilikan Rumah

Tips Investasi Dolar

 

GALERI BUKU

KATEGORI  BUKU:

Pemasaran, Bisnis & Ekonomi

TAHUN 2013

TAHUN 2012

TAHUN 2011

TAHUN 2010

TAHUN 2009

TAHUN 2008

TAHUN 2007

TAHUN 2006

TAHUN 2005

TAHUN 2004

TAHUN 2003

TAHUN 2002

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

paperclips_new.gif

Judul : Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar, Mahasiswa & Umum

Penulis : Dr. Wahya, M.Hum; Suzana, S.S.; Ernawati Waridah, S.S.

Penerbit : Ruang Kata Imprint Kawan Pusataka, Bandung, Cet I 2013

Sinopsis:

Apa yang kamu butuhkan saat ingin mengetahui arti suatu kata? Ya, jawabannya adalah Kamus. Selain mencari arti suatu kata, melalui kamus kita juga dapat menambah wawasan pengetahuan, sarana berekspresi, dan berkomunikasi dalam berbagai bidang. Semua manfaat kamus tersebut dapat kamu termukan dalam kamus ini, karena kamus ini memuat:

  • Tiap kosakata memuat definisi dan arti yang jelas dan padat, berikut sinonim dan antonim.
  • Berbagai kosakata pilihan dari berbagai bidang ilmu, dari ilmu-ilmu sosial hingga eksakta.
  • Dilengkapi dengan padanan istilah yang sering dalam dunia teknologi dan komputer.
  • Dilengkapi kelas kata, turunan kata, dan contoh pemakaian kata, untuk memudahkan pemahaman.

Selamat memperkaya kosakata dengan Kamus bahasa Indonesia untuk Pelajar, Mahasiswa dan Umum.

 

Judul : Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW

Penulis : H.M.H. Al-hamid Al-Husaini

Penerbit : Pustaka Hidayah, Bandung, Cet XIII, Mei 2009

Sinopsis:

Cetakan ke-9 buku ini menjadi bukti bahwa ia sangatlah istimewa dibanding bukubuku riwayat Nabi Muhammad saw yang lainnya. Penulisnya adalah seorang ulama besar yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk dapat menyuguhkan riwayat kehidupan Nabi Besar Muhammad saw yang lengkap dengan bahasa yang populer, dan dengan pendekatan yang berbeda dari para penulis buku sejarah lainnya. Tak pelak, inilah salah satu karya ulama Indonesia yang patut dibanggakan.

 

Judul : Create Sales Territory for Maximum Sales

Penulis : Frans M.Royan

Penerbit : PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 2012

Sinopsis:

Selama ini dalam meningkatkan penjualan, pembelajaran yang paling sering ditekankan oleh pengusaha adalah sellling skill salesman. Setinggi apapun kemampuan selling skill salesman tidak akan berguna jika "tidak" menguasai wilayah penjualan. Sebaliknya jika selling skill salesman tinggi dan menguasai wilayah penjualannya, maka salesman semakin komplit. Terutama di saat-saat sulit seperti sekarang ini, sebab salesman perlu menambah jumlah pelanggan  di wilayah penjualnnya agar omzet meningkat. Sales Territory tidak kalah pentingnya dengan selling skill salesman, oleh sebab itu salesman tidak boleh mengabaikan ilmu wilayah penjualan ini. Pengelolaan wilayah penjualan yang efektif dapat menimbulkan rutinitas kunjungan, sehingga dapat membantu pelanggan memprediksikan pembelian dan pembayarannya.

Judul : Selamatkan Perbankan! Demi Perekonomian Indonesia

Penulis : Dr. Hendy Herijanto, SE, MBA, MH

Penerbit : Expose (PT Mizan Republika), Jakarta, Cet-1, Maret 2013

Sinopsis :

Krisis moneter 1997/1998 telah mengguncang sendi-sendi perekonomian Indonesia. Kredit macet yang tinggi di hampir semua bank di negeri ini menjadi biang keladi krisis: 16 bank ditutup oleh pemerintah, bahkan negara mesti menanggung utang dengan mengeluarkan surat utang jangka panjang (obligasi) senilai Rp 641 triliun.

Mungkinkah krisis itu kembali terulang? Bukan hal yang mustahil, jika kita tidak waspada! Buku ini mengajak kita untuk berbenah, agar tehindar dari lubang yang sama. Berangkat dari kajian menyeluruh nan seru sentang kredit macet, pembaca dibawa untuk membandingkan secara kritis antara kredit macet di bank konvensional dan bank syariah. Kredit macet, atau bahasa kerennya Non Performing Loan (NPL) pad bank konvensional, dan Non Performing Financing (NPF) pada bank syariah, adalah fenomena umum di dunia perbankan.

NPL atau NPF menjadi tolok ukur utama sehat-tidaknya perbankan. Sebesar apapun suatu bank, jika NPL atau NPF-nya tinggi, ia akan menjadi bank keropos. Terancam ambruk. Tegasnya, NPL atau NPF harus ditekan serendah mungkin. Buku ini menarik benang merah: tingkat terjadinya NPF pada bank syariah lebih rendah ketimbang NPL pada bank konvensional. Tak heran, perkembangan pesat bank syariah di negeri ini akan menjadi solusi bagi penyehatan dunia perbankan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan terciptanya kesejahteraan rakyat.

Dilengkapi dengan teori dan data yang memadai, buku ini layak menjadi referensi utama bagi para akademisi dan praktisi perbankan; sekaligus sumbangan berharga bagi kemajuan ekonomi Indonesia.

 

Judul : Republik #Jancukers

Penulis : Sujiwo Tejo

Penerbit : PT Kompas Media Nusantara, Jakarta, November 2012

Sinopsis :

Negeri #Jancukers adalah buah perenungan Sujiwo Tejo. Tidak seutopia yang digagas Plato, tetapi ideal seperti yang dicita-citakan para pendiri negeri ini lebih dari 67 tahun yang lalu.

Republik #Jancukers ditulis dengan gaya bahasa lucu dan urakan khas sang Dalang Edan, yang ingin mengajak kita agar waspada terhadap orang yang sopan dan santun, sekalian mencairkan segala formalitas yang kian sumpek dan beku.

Kumpulan esai yang pantas disimak siapa saja, mulai dari yang sekadar tak buta huruf sampai profesor; "tapi tak bisa dibaca oleh siapapun yang sedang diliputi kemunafikan," begitu katanya.

 

Judul : Ekonomi Indonesia 1800-2010. Antara Drama dan Keajaiban Pertumbuhan.

Penulis : Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks

Penerbit : PT Kompas Media Nusantara, Jakarta, November 2012

Buku ini mengkaji tema-tema besar dalam sejarah Indonesia: eksploitasi kolonial dan berbagai keberhasilan serta kegagalan dari kebijakan-kebijakan berorientasi kesejahteraan sesudah tahun 1900, dampak dari instabilitas tahun 1945 dan keajaiban ekonomi sesudah 1967. Buku ini tidak hanya mendiskusikan perubahan dan perkembangan ekonomi - atau ketiadaannya - tetapi juga struktur-struktur institusional dan sosial politik yang berada di balik perubahan tersebut. Ia mempersembahkan banyak sekali data baru tentang perubahan kondisi kesejahteraan penduduk Indonesia, tentang distribusi penghasilan, dan tentang kondisi dan fungsi dari pasar beras, kredit, dan tenaga kerja.

Ditutup dengan sebuah diskusi mengenai pertanyaan apakah penduduk miskin memperoleh keuntungan dari perubahan ekonomi yang terjadi, buku ini merupakan sebuah kontribusi penting bagi studi-studi kawasan Asia Tenggara dan ekonomi internasional.

Web Link:

http://gramedia.com/

http://www.mizan.com/

 

GALERI FOTO

GALERI FOTO

DKI Jakarta

Jawa Barat

Jawa Tengah

DI Yogyakarta

Jawa Timur

Bali-1

Bali-2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pantai Tanjung Tinggi, Belitung

Pantai Tanjung Tinggi, Belitung

Pulau Burung, Belitung

Pulau Lengkuas, Belitung

Rumah Adat, Belitung

Hak cipta karya foto ada pada fotografer dan dilindungi oleh undang - undang

Web Link:

http://www.fotografer.net/

http://www.nikonians.org/

Artikel:

Pentingnya Ide Dalam Memotret

GALERI FILATELI

Links :

www.galeripos.com

www.indonesiastamps.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penerbitan Prangko

Peduli Lingkungan Hidup

Terbit : 5 Juni 2013

(Prangko, Souvenir Sheet, SHP)

Tema perayaan Hari Lingkungan Hidup se Dunia tahun ini adalah Think-Eat-Save. Think-Eat-Save adalah kampanye anti penyia-nyiaan dan makan terbuang yang mendorong Anda untuk mengurangi jejak makanan (foodprint). Menurur Organisasi Pangan se Dunia (FAO), setiap tahun 1,3 milyar ton makanan menjadi limbah. Jumlah tersebut hampir setara dengan luas sub-Sahara Afrika. Pada saat yang sama, 1 dari 7 orang di dunia tidur dalam keadaan lapar dan lebih dari 20.000 anak-anak di bawah usia 5 tahun setiap hari meninggal karena kelaparan.

Mengingat besarnya ketidakseimbangan gaya hidup dan pengaruh buruknya terhadap lingkungan hidup, tema tahun ini -Think -Eat-Save - mendorong Anda untuk menjadi lebih sadar atas pilihan makanan yang Anda ambil terhadap dampak lingkungan hidup serta memberdayakan Anda untuk membuat keputusan yang tepat.

Pada saat planet ini berjuang untuk menyediakan sumber daya agar mampu menopang 7 milyar penduduknya (tumbuh menjadi 9 milyar pada tahun 2050), FAO memperkirakan bahwa sepertiga produksi makanan secara global akan tersia-siakan dan menjadi limbah. Limbah makanan sangat menguras sumber daya dan menjadi kontributor atas dampak negatif lingkungan hidup.

Kampanye tahun ini mengajak Anda untuk melakukan aksi dimulai dari rumah kemudian menyaksikan kekuatan keputusan kolektif yang Anda dan lainnya telah buat untuk mengurangi limbah makanan, mengirit uang, meminimalisir dampak lingkungan hidup atas produksi makanan dan memaksa proses produksi makanan menjadi lebih efisien.

Apabila makanan menjadi limbah, maka seluruh sumber daya untuk menghasilkan makanan tersebut juga menjadi terbuang. Contohnya, untuk memproduksi 1 liter susu membutuhkan 1.000 liter air dan sekitar 16.000 liter air dibutuhkan untuk makanan sapi agar menghasilkan sebuah hamburger. Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh sapi itu sendiri dan seluruh rangkaian suplai makanan agar berakhir sia-sia ketika kita menyia-nyiakan makanan.

Pada kenyataannya, produksi makanan secara global menguasai 25% dari seluruh daratan yang dapat ditinggali dan bertanggung jawab atas 70% penggunaan air bersih, 80% penebangan hutan, dan 30% emisi gas rumah kaca. Hal ini merupakan penyebab terbesar atas kehilangan keanekaragaman hayati dan perubahan pemanfaatan lahan.

Membuat keputusan yang tepat untuk itu berarti, misalnya, Anda memilih makanan sesuai kebutuhan yang mempunyai dampak yang kecil terhadap lingkungan, seperti makanan organik yang tidak memakai bahan kimia dalam proses produksinya. Memilih untuk membeli makanan lokal juga berarti makanan tersebut tidak terbang melintasi bumi sehingga mengurangi emisi.

Jadi pikirkanlah sebelum Anda makan dan bantulah untuk menyelamatkan lingkungaan kita.

(Sumber: www.unep.org)

Tahun Ular

Terbit : 22 Januari  2013

(Prangko, Souvenir Sheet, SHP)

Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek merupakan festival terpenting bagi keturunan Tionhoa di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia. Festival tersebut merayakan datangnya hari pertama di bulan pertama berdasarkan kaalender China, sekaligus merupakan hari libur nasional. Tahun Baru Imlek tahun 2013 jatuh pada tanggal 10 Februari 2013 yang dilambangkan dengan Shio Ular dengan unssur air. Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2564, diterbitkan prangko dengan obyek ular dan unsur air, yaitu:

Naja sputatrix

Ular kobra Indonesia atau dikenal dengan naamaa lokal Ular Sendok Jawa, termasuk ke dalam jenis ular yang berbisa tinggi dengaan jenis bisa neurotoxin. Naja sputatrix tersebar di Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo hingga Fores. Ular dengan panjang maaksimal 2 meter ini mampu menyemprotkan bisa yang diarahkan ke mata. ariasi warna tiap daerah dapat berbeda-beda. Di daeraj Hawa barat berwarna hitam, kecolkatan hingga kekuningan di Jawa Timur dan Nusa Tenggara. Habitat ular ini biasanya di tempat yang lembab namun hangat, seperti di bawah pohon bambu bakan sesekali sering terlihat di dekat perairan/sungai. walaupun bukan termasuk ke dalam spesies yang tercancam punah, namun jumlah spesies ini setip tahunnya semakin berkurang akibat perdagangan kulit ular dan sebagai hewan peliharaan.

Dewa Ruci

Kisah Dewa Ruci yang merupakan cerita asli wayang Jawa, bermula ketika Bima diperintahkan oleh gurunya Resi Durna, untuk menemukan air suci Prawitasari supaya hidupnya benar-benar tentram. Air suci Prawitasari adalah inti dari ilmu spiritualitas manusia. Setelah berbagai upaya dilakukan akhirnya Bima menyadari bahwa air suci Prawitasari berada di dasar samudera, Bima haarus berhadapan dengan seekor ular laut raksasa yang melambangkan sifat-sifat jahat yang harus dilawan. Sesudah Bima berhasil menyingkirkan semua hambatan, Bima bertemu dengan dewa mungil yang bercahaya terang tetapi tidak menyilaukan. Dewa mungil yang memiliki rupa mirip dengan Bima tersebut bernama Dewa Suksma Ruci. Dewa Ruci dapat menjelaskan asal keturunan Bima di pusat dasar Saumdera. Dewa Ruci memberi nasihat, orang jangan pergi bila tidak tahu tempat yang akan ditujunya. jangan makan bila belum tahu rasa makanan yang akan dimakannya. Jangan mengenakan pakaian bila belum tahu nama pakaian yang akan dikenakannya. Barang siapa tidak tahu, bertanyalah kepada orang yang telah tahu. Bima merasa hina, lalu minta berguru kepada Dewa Ruci.

Naga Seba

Naga merupakan motif batik yang menggambarkan naga (ular) dan burung (sayap). Motif Naga Seba merupakan motif Keratonan yang dipengaruhi oleh Hindu dan Islam. Seperti halnya Kereta Singa Barong dan Paksi Naga Liman, Naga Seba memadukan objek ular dan sayap sebagai salah satu lambang Kesultanan Cirebon. Lukisan kaca tradisional khas Cirebon sering menggunakan tema naga Seba untuk obyek lukisannya.

 

Penerbitan Prangko

Flora dan Fauna

Terbit : 5 November 2012

(Prangko, Souvenir Sheet, SHP)

Spilocuscus Rufoniger

Spilocuscus rufoniger (Kuskus tutul hitam)adalah salah satu jenis kuskus terbesar di Indonesia. Rambutnya tebal halus dan berwarna kemerah-merahan. Ukuran tubuh betina lebih besar daripada jantan. Betina mempunyai selapis rambt berbentuk pelana berwarna hitam di punggungnya dan jantan memiliki corak tutul atau bintik-bintik.

Kuskus ini memiliki kepala yang bulat dengan moncong yang pendek dan telinga yang tertutup rambut sehingga hampir tidak kelihatan. Matanya besar dan beradaptasi dengan baik dalam gelap menyesuaikan dengan gaya hidupnya yang nokturnal. Cakar depannya melengkung dengan ujung yang runcing untuk memanjat. Ekornya dapat mengait untuk berpegangan dan ujungnya tidak berambut.

Ukuran tubuh dari kepala sampai tubuhnya sekitar 70 cm dan panjang ekor sekitar 50 cm. Berat rata-rata dewasa berkisar antara 6-7 kg.

Habitat Kuskus ini adalah hutan tropis yang rapat tersebar di bagian utara pulau Papua. Kuskus ini termasuk dalam kelompok hewan omnivora dan memakan buah, kacang-kacangan dan mungkin beberapa hewan kecil. Ancaman terhadap hewan ini berasal dari perburuan dan kerusakan habitat.

Kandelia candel

Kandelia candel merupakan salah satu jenis mangrove yang langka di Indonesia. Distribusinya hanya di Sumatera bagian pantai timur dan sebagian wilayah Kalimantan. Mangrove tumbuh subur di daerah tropis dekat equator. namun demikian, juga dapat tumbuh di daerah sub tropis.

Kandelia candel berupa semak atau pohon kecil, tinggi hingga 7 meter dengan pangkal batang lebih tebal. Umumnya tanpa akar nafas. Kulit kayu berwarna keabu-abuan hingga coklat kemerahan, permukaan halus dan memiliki lentisel. Tepi daun mengkerut kedalam. Unit dan letaknya sederhana dan bersilangan, berbentuk elips-bulat memanjang. Ujung daun membundar hingga sedikit runcing. Tandan bunga bercabang dua, memiliki 4 dan kadang-kadang 9 bunga berwarna putih, panjangnya 1,5 - 2 cm. Kelopak bunga berbentuk tabung daun kelopak bunga melebihi bakal buah dan memiliki cuping sejajar yang melengkung ketika bunga mekar penuh. panjang daun mahkota sekitar 14 mm. Benang sari berjumlah banyak dan berbentuk filamen. Buahnya berwarna hijau berbentuk oval, panjang 1,5-2,5 cm. Hipotokil silindris panjangnya 15-40 cm.

Tumbuhan mangrove tersebut pada umumnya hidup di hutan pantai asia tenggara, yaitu sekitar 74 spesies, dan hanya sekitar 11 spesies hidup didaerah carribean, dari jumlah ini sekitar 51% atau 38 spesies hidup di Indonesia.

Diperkirakan ada sekitar 89 spesies mangrove yang tumbuh di dunia, yang terdiri atas 31 genera dan 22 famili. Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan, jumlah tersebut belum termasuk spesies ikutan yang hidup bersama di daerah mangrove. Ada beberapa spesies tumbuhan pantai, yaitu sekitar 12-16 spesies, yang masih diragukan apakah tumbuh-tumbuhan tersebut termasuk mangrove atau tidak. Sebagi contoh, family Rhizophoraceae mempunyai 17 genera dan sekitar 70 spesies, akan tetapi hanya  4 genera dan 17 spesies yang diketahui benar-benar sebagi mangrove. Demikian pula family Cambretaceae, hanya 3 generasi dan 5 spesies yang diketahui sebagi mangrove.

Mangrove mempunyai berbagai fungsi. Fungsi fisiknya yaitu untuk menjaga kondisi pantai agar tetap stabil, melindung tebing pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya abrasi dan intrusi air laut, serta sebagi perangkap zat pencemar. Fungsi biologis mangrove adalah sebagai habitat benih ikan, udang, dan kepiting untuk hidup dan mencari makan., sebagi sumber keanekaragaman biota akuatik an non akuatik seperti burung, ular, kera, kelelawar, dan tanaman anggrek, serta sumber plasma nutfah. Fungsi ekonomis mangrove yaitu sebagi sumber bahan bakar (kayu, arang), bahan bangunan (balok, papan), serta bahan tekstil, makanan, dan obat-obatan.

Prangko Rp 5.000,- per set

Souvenir Sheet Rp 10.000,-

SHP Rp 7.000,-

Penerbitan Prangko

50 Tahun Siaran Televisi Indonesia

Terbit : 24 Agustus 2012

(Prangko, Souvenir Sheet, SHP)

Televisi republik Indonesia (TVRI) adalah lembaga penyiaran yang menyandang nama Negara, sehingga mengandung arti bahwa siarannya ditujukan untuk kepentingan negara. Sejak berdirinya tanggal 24 Agustus 1962, TVRI mengemban tugas sebagai televisi yang mengangkat citra bangsa melalui penyiaran peristiwa yang berskala nasional maupun internasional, mendorong kemajuan kehidupan masyarakat serta sebagai perekat sosial.

Dinamika kehidupan TVRI adalah refleksi perjuangan bangsa dalam proses belajar berdemokrasi. Pada tanggal 24 Agustus 1962 dalam era Demokrasi Terpimpin, TVRI berbentuk Yayasan yang didirikan untuk meyiarkan pembukaan Asian Games yang ke IV di Jakarta. Memasuki era Demokrasi Pancasila tahun 1974, TVRI berubah menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tata kerja Departemen Penerangan dengan status sebagai Direktorat yang bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal radio, Televisidan Film.

Pada era Reformasi terbitlah Peraturan Pemerintah RI Nomor 36 Tahun 2000 yang menetapkan status TVRI menjadi Perusahaan Jawatan di bawah Departemen Keuangan. Kemudian melalui Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2002, status TVRI berubah menjadi PT. TVRI (Persero) di bawah Kantor Menteri Negara BUMN. Selanjutnya, melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh Negara.

Melalui Peraturan Pemerintah RI Nomor 13 tahun 2005, TVRI mengemban tugas untuk memberikan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

SHP Rp 7.000,-

 

Penerbitan Prangko

100 Tahun Gerakan Kepanduan di Indonesia

Terbit : 14 Agustus 2012

(Prangko, Souvenir Sheet, SHP)

Sejarah kepanduan di Indonesia berawal pada tahun 1912 dengan berdirinya cabang Nederlansche Padvinders Organisatie (NPO) oleh PJ. Smith. Dalam waktu singkat berdiri beberapa organisasi kepanduan bangsa Belanda di Indonesia, yang akhirnya pada tahun 1914 dipersatukan dalam Nederlands-Indische padvinders Vereeniging (NIPV). Di kalangan pemimpin gerakan nasional Indonesia, gagasan Baden Powell dalam buku "Scouting for Boys" sangat menarik perhatian. Melalui kepanduan, mereka ingin membentuk pemuda Indonesia yang baik sekaligus kader pergerakan nasional untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Pada tahun 1916 di Solo, Javaansche Padvinders Organisatie (JPO) sebagi kepanduan nasional Indonesia pertama yang dirganisasikan secara teratur berdiri atas inisiatif S.P. Mangkunegara VII. Setelah itu, gerakan kepanduan yang didirikan oleh berbagai organisasi, antara lain adalah Nationale Padvinderj oleh Budi Utomo, Hizbul Wathan oleh Muhammadiyah, Syarikat Islam Afedling Padvinderj oleh sarikat Islam, Nationale Islamietische Padvinderj (NATIPIJ) oleh Jong Islamieten Bond(JIB), dan Indonesisch Nationale Padvinderj Organisatie (INPO) oleh Pemuda Indonesia.

Kepanduan nasional pada waktu itu menjadi salah satu wahana pendidikan bagi pemuda untuk mempertinggi budi pekerti, menambah kepandaian dan ketrampilan dalam melaksanakan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Di masa kini, Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional yang bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, ineteltual dan fisiknya.

Sampul Hari Pertama (SHP) Rp 7.000,-

 

Pameran Filateli Dunia, di Jakarta 2012

Penerbitan Prangko Lain :

Burung Terancam Punah, Terbit : 15 Juli 2012

Makanan Tradisional Indonesia, Terbit : 6 Juli 2012

Ekonomi Hijau, Bank Hijau, Terbit : 5 Juni 2012

50 Tahun Asian-Pasific Postal Union, Terbit : 01 April 2012

PON XVIII 2012, Terbit : 22 Februari 2012

Tahun Naga 2563 - 2012

Prangko Flora dan Fauna 2011

SEA Games ke-26 Indonesia 2011

Penerbitan Prangko Bersama Indonesia - Afrika Selatan 2011

50 Tahun TRIKORA 2011

Landmark 2011

Tokoh Nasional 2011