BELANJA LEWAT POS

Beranda Produk Cara Belanja Info Bisnis Tentang kami

Penerbitan Prangko

Makanan Tradisional Indonesia

Terbit : 6 Juli 2012

(Prangko,  Sampul Hari Pertama)

Makanan Tradisional Indonesia warisan leluhur yang merupakan kekayaan yang sangat berharga dan karena beragamnya menjadikannya layak dicicipi kelezatannya. Penerbitan prangko seri "Makanan Tradisional Indonesia" ini merupakan rangkaian penerbitan yang dimulai sejak tahun 2004. Penerbitan kali ini terdiri dari 2 (dua) desain beserta resep makanan masing-masing daerah, yaitu:

1. Daging Sei dan jagung Bose, makanan khas dari NTT (Nusa Tenggara Timur). Daging Sei adalah ikon kuliner Timor. Daging asap ini muncul dalam berbagai versi masakan di Kupang, Atambua, dan kota-kota lain di Timor. Daging Sei adalah makanan khas NTT yang terbuat dari daging (sapi atau babi) yang diasap sampai kering. Diasap ini artinya dibakar dengan kayu bakar yang berjarak jauh, sehingga yang mematangkan daging bukan lidah api tapi asap panasnya. Selain sei sapi atau sei babi, kini ada pula sei ikan. Daging Sei paling cocok ditaburkan di atas jagung bose. Setelah diasap, daging sei bisa langsung dimakan.

2. Gulai Asam Pedas, makanan khas dari Kepulauan Riau. Hampir di semua rumah makan maupun restoran di wilayah Kepulauan Riau menyediakan menu Gulai Ikan Patin dan Asam Pedas Ikan Patin. Jadi tidaklah sulit apabila berkunjung ke wilayah Kepulauan Riau untuk menyantap Gulai Ikan Patin dan Asam Pedas Ikan Patin. Gulai Ikan Patin berkuah kuning pekat dengan potongan-potongan besar ikan patin yang menggoda. masakan ini sangat terasa pedas dan sangat terasa asamnya. Oleh karena itu, masakan ini disebut dengan gulai asam pedas.

1 set prangko Rp 5.000,-

1 set SHP Rp 7.000,-

 

 

 

Google